Sejak Pertama…

2010
02.10



Takdir kita puluhan tahun yang akan datang,
telah tertulis sejak hari pertama kita lahir di dunia, kan?

Dimanakah kita berada puluhan tahun ke depan,
telah tertanda sejak tarikan napas kita terhembus pertama kali, kan?

Bersama dengan siapakah kita puluhan tahun dari sekarang,
telah terpasang sejak kelopak mata kita terbuka pertama kali, kan?

Dikenal sebagai siapakah kita puluhan tahun kemudian,
telah tercatat sejak suara tangis kita terdengar pertama kali, kan?



Jln. Terusan Babakan Jeruk 1, Pasteur – Bandung (Rabu, 10 Februari 2010)

- via sms

Silaunya Dunia

2010
02.09



Terkadang dunia menyilaukan matamu,
keindahan dan pesonanya lebih menarik hatimu,
walaupun kau tahu bahwa semua itu kan berlalu,
namun ingatlah suatu hari pertanggungjawaban selalu menantimu.

Memang, seakan tak ada yang lebih berkilau daripada intan berlian dunia,
seakan hati ini berkiblat pada keindahan dan pesonanya,
seakan kefanaannya terselimuti oleh kegilaan kita padanya,
seakan maut hanya akan menjemput manusia yang telah berusia seabad.

Ya Allah, janganlah Engkau jadikan keindahan dan pesona dunia sebagai kiblat kami,
janganlah engkau jadikan kefanaan dunia ini lebih kami cintai dari mencintaiMu.

Ya Allah, hadirkanlah di hadapan kami apa yang memang pantas kami dapatkan,
dan bila memang apa yang tidak pantas itu harus hadir disini,
maka damaikanlah hati kami dengan ketentuanMu,
agar hati kami tetap hanya dapat silau oleh keindahanMu saja.

Amin.


Jln. Terusan Babakan Jeruk 1, Pasteur – Bandung (Selasa, 9 Februari 2010)

- via sms

‘Cinta kepada Allah’

2010
02.08


Dahulu kala, di masa yang amat sangat lampau,
ada sebuah kalimat yang telah terucap oleh Allah,
namun bahkan sampai hari ini masih belum bisa kita mengerti sepenuhnya,
yaitu: “Aku mencintaimu”
dan..
Suatu saat nanti, di masa yang datang entah kapan,
ada sebuah kalimat yang akan diucapkan oleh kita,
tetapi bahkan sejak dulu sudah Allah pahami seutuhnya,
yaitu: “aku juga mencintaiMu”
jadi..
Allah telah membentangkan suatu masa yang luar biasa panjang,
hanya demi menanti balasan atas cintaNya yang luar biasa,
kepada hambaNya, kita, kamu, aku..

Dahulu kala, di masa yang amat sangat lampau,
ada sebuah kalimat yang telah terucap oleh kita kepada Allah,
yaitu: “aku mencintaiMu”
dan..
Allah telah membentangkan suatu masa yang luar biasa panjang,
untuk membuktikan cinta kita kepadaNya,
jadi..
Suatu saat nanti di masa akan datang entah kapan,
Allah akan meminta pertanggungjawaban cinta kita kepadaNya.
Betulkah kita mencintai Allah?

‘Cinta kepada Allah’ adalah janji pertama dan janji terakhir kita kepadaNya,
sebenarnya itu janji dari semua makhlukNya,
dari manusia sampai jin, dari malaikat sampai iblis.
tapi..
Kesejatian cinta kita kepadaNya,
tergantung dari pembuktian atas janji kita itu di dunia ini.
Makin sejati cinta kita kepadaNya,
makin terasa kita betapa besar cinta Dia pada kita,
dan makin besar cinta Dia yang kita rasakan,
makin sadar kita bahwa satu-satunya yang kita butuhkan hanya Dia.
jadi..
Nanti Dia akan bertanya pada kita:
“apa yang kamu inginkan?”
dan..
Mudah-mudahan kita semua akan menjawab:
“tidak ada, ya Allah, karena Kau telah memiliki aku,
dan tak ada yang lebih penting dari kekuasaanMu atas aku,
serta tak ada yang lebih berharga dari ketergantungan aku kepadaMu,
ya Rabb…”



Jln. Terusan Babakan Jeruk 1, Pasteur – Bandung (Senin, 8 Februari 2010)

- via sms

Hidup adalah Keberanian

2010
02.07


Hidup adalah
soal keberanian menghadapi tanda tanya,
tanpa kita mengerti,
tanpa bisa kita menawar,
terimalah dan hadapilah,
di balik itu Allah selalu memberi kita jalan.
Semangat.

Hidup adalah
keberanian untuk menentukan judul,
keberanian untuk memulai kalimat,
keberanian untuk memberi koma atau titik,
keberanian untuk mengganti paragraf,
keberanian untuk membalik halaman,
dan keberanian untuk menutup buku,
dengan senyuman..
sebelum membuka buku yang baru.
Bismillah…



- via sms

mustahil DIA…

2010
02.07




Katanya,
hal yang paling menyedihkan adalah bila kita ditinggalkan olehNYA,
itu mustahil, bukan?
karena DIA tak pernah meninggalkan hambaNYA,
kitalah yang mungkin berpaling dariNYA…



(Sabtu, 6 Februari 2010)

Sebuah Bintang dari Timur

2010
01.26


“Apakah kau lihat yang ada di sana, Jib?”

Aku melihatnya.

“Tahukah kau apa itu?”

Aku tahu.

“Beritahukan padaku apa itu!”

Itu planet Venus.

“Planet itu bersinar seperti bintang ya?”

Iya, makanya planet itu dikenal sebagai bintang kejora.

“Bintang yang bersinar terang di ufuk timur itu?”

Iya benar, planet itu juga disebut bintang timur.

“Saat ini bintang itu terlihat sangat cemerlang dari sini.”

Dan dikenal juga dengan sebutan bintang pagi.

“Tapi sekarang ini kan siang hari, Jib…”

Kalau begitu, itu bukanlah bintang kejora, bintang timur atau bintang pagi.

“Lalu, itu bintang apa?”

Mungkin, itu bukanlah sebuah bintang.

“Kalau itu bukanlah sebuah bintang, lalu apakah itu?”

Aku tak tahu.

“Kalau begitu, tolong antarkan aku ke sana!”

Untuk apa?

“Aku ingin mengetahui apa yang bersinar terang itu.”

Jadi, kau ingin aku membawamu ke sana?

“Tentu saja, segera terbangkan aku ke sana!”

Tapi, sepertinya aku takkan sanggup mencapainya.

“Lho, memang kenapa?”

Mungkin, diriku akan habis terbakar bila terlalu dekat dengannya.

“Ya sudahlah, antarkan aku semampumu, bawa aku sedekat mungkin dengannya!”

Setelah aku cukup jauh membawamu ke sana?

“Setelah itu, lemparkan aku sekuat tenagamu, dorong aku sejauh-jauhnya ke arah sana!”

Tapi, bila lemparanku tak cukup sampai padanya, kau akan jatuh.

“Tidak apa-apa, paling tidak aku pernah sedemikian dekat dengannya.”

Lalu, setelah kau jatuh?

“Aku akan bangkit dan berlari ke sana, Jib.”

Sampai kapan?

“Sampai sinarnya itu lenyap atau malah yang bersinar itu jatuh!”

Jika itu tak pernah terjadi?

“Aku akan terus berlari, entah sampai berapa kehidupan..”

Dan?

“..hingga ada kehidupan yang mengaruniai aku sepasang sayap yang dapat menerbangkanku ke sana..”

…?

“..aku akan datang kepadanya, dan terbakar bersamanya!”


Jl. Jelambar Utama Raya, Jakarta Barat (Selasa, 26 Januari 2010)

Andai Dia Tidur…

2010
01.24




Katanya,
Tuhan tak pernah tidur…
tapi bila seandainya Dia tertidur,
Dia pasti akan selalu memimpikan hambaNya,
yang pertama Dia ingat saat terjaga adalah
wajah hambaNya, dan
yang paling Dia inginkan ketika bangun tidur adalah
menemui hambaNya…



(Ahad, 24 Januari 2010)

Aku adalah Sebutir Pasir

2010
01.21


aku adalah sebutir pasir
Sebutir pasir dari gurun tanpa nama

aku adalah sebutir pasir
Sebutir pasir yang tidak menginginkan sebutir mutiara

aku adalah sebutir pasir
Sebutir pasir yang mengharapkan sebutir pasir pula

aku adalah sebutir pasir
Sebutir pasir yang memimpikan sebutir pasir yang amat berharga

aku adalah sebutir pasir
Sebutir pasir yang mendambakan sebutir pasir bagai sebongkah berlian

aku adalah sebutir pasir
Bukanlah sebutir mutiara, apalagi sebongkah berlian

dia adalah sebutir pasir juga
Tetapi bagaikan sebongkah berlian, bukan sekedar sebutir mutiara

aku adalah sebutir pasir
Yang merindukan sebongkah berlian

dia adalah sebutir pasir juga
Sebongkah berlian dalam wujud sebutir pasir

dia adalah sebutir pasir
Sebutir pasir dari gurun pasir Ilahi…


Tatar Jingganagara, Kota Baru Parahyangan, Padalarang
(Kamis, 21 Januari 2010)

Istana Peradaban

2010
01.17


Peradaban itu bagaikan sebuah istana,
dan cinta adalah pondasinya,
apakah pondasinya itu pasir,
ataukah kapur,
ataukah batu karang,
ataukah batu granit,
itu semua tergantung dari
seberapa sejati cinta mereka yang membangun istana…



- comment on sti’s note


(Ahad, 17 Januari 2010)

Gerhana Matahari Abadi

2010
01.16

eclipse-images
Kemarin,
matahari masih ada,
tetapi Kau telah menutupi sinarnya dari kami semua,
walaupun sejenak saja…

Hanya agar kami ingat, bahwa..
matahari yang selama ini telah bermurah hati menyinari bumi kami,
suatu saat nanti tak akan menyinari dunia kami lagi.

Hari ini,
alhamdulillah, matahari masih ada,
Kau tidak menutupi sinarnya dari kami lagi.
paling tidak, untuk saat ini…

Hanya agar kami ingat, bahwa..
kegelapan yang pernah kami alami hanyalah sementara,
tak sebanding dengan terang menderangnya jagat semesta.

Suatu saat nanti,
mungkin matahari tak ada lagi,
karena telah Kau lenyapkan beserta sinarnya dari alam kami,
selamanya…

Hanya agar kami ingat, bahwa..
apapun yang berasal dariMu, akan kembali kepadaMu,
dan segala yang ada di jagat ini tak ada yang kekal abadi kecuali diriMu.

Suatu hari nanti, tapi pasti,
matahari memang masih ada,
tetapi Kau akan menutupinya dari diriku, hanya dari diriku saja,
entah sampai kapan…

Hanya agar aku ingat, bahwa..
Kau begitu merindukan aku, lebih dari aku merindukanMu,
dan aku takkan pernah punya makna, sebelum kembali ke pelukanMu,
ya Rabb…..



Jl. Terusan Babakan Jeruk 1, Pasteur, Bandung (Sabtu, 16 Januari 2010)